Follow me on Twitter RSS FEED

Inilah CINTA :Terbang Tinggi ke Langit

Posted in

Sekarang kulihat kekasih jiwaku,

Mutiara segala ciptaan,

Terbang ke langit bagaikan roh Mustafa,

Matahari malu melihat wajahnya,

Di angkasa cuaca kelam kabut bagaikan hati;

Cahayanya membuat air dan lumpur lebih terang daripada api.

Kataku,

“Mana tangganya untuk tempat naik,tunjukkan!!aku ingin juga terbang ke langit.!!”

Ia menjawab,

“Tangga tempatmu naik ialah kepalamu,sujudkan kepalamu dibawah telapak kakimu!”

Apabila kau jejakkan kakimu diatas kepalamu,maka kakimu akan mengendarai bintang-bintang!Apabila kau ingin mengarung angkasa luas,angkatlah kakimu ke langit,mari naik!Di hadapanmu terbentang seratus jalan menuju langit,setiap subuh kau terbang tinggi kelangit seperti seuntai do’a...

By;Jalalludin al-rumi.:D

Cinta Maha Dahsyat

Posted in

Karena cinta duri menjadi mawar
Karena cinta cuka menjelma menjadi anggur segar
Karena cinta pentungan menjadi mahkota penawar
Karena cinta kemalangan menjadi keberuntungan
Karena cinta rumah penjara nampak bagai kedai mawar
Karena cinta timbunan debu kelihatan sebagai taman
Karena cinta api berkobar menjadi cahaya menyenangkan
Karena cinta setan berubah menjadi bidadari
Karena cinta batu keras menjadi lembut bagaikan mentega
Karena cinta duka mejadi riang gembira
Karena cinta hantu berubah menjadi malaikat
Karena cinta singa tidak menakutkan bagai tikus
Karena cinta sakit menjadi sehat
Karena cinta amarah berubah menjadi keramah-tamahan

By:jalalludin al-rumi.

Mari Kemari

Posted in

Mari Kemari,Datang...Datanglah

Mari kemari datanglah siapapun dirimu.

Pengelana,Peragu, dan Pecinta mari...kemarii datanglah...

Tak penting kau percaya atau tidak..

Mari,kemari...datanglah

Kami bukanlah karavan yang patah hati

...

atau pintu pintu dari keputus asaan,

Mari kemari datanglah...

Meski kau telah jatuh ribuan kali,

Meski kau telah patahkan beribu janji,

Mari kemari...datang...datanglah sekali lagi....

by:jalalludin al-rumi

Kau dan Aku

Posted in

Nikmati waktu selagi kita duduk di punjung,

Kau dan Aku;

Dalam dua bentuk dan dua wajah dengan satu jiwa,

Kau dan Aku.

Warna-Warni taman dan nyanyian burung memberi obat keabadian

Seketika kita menuju ke kebun buah-buahan,Kau dan Aku.

Bintang-bintang syurga keluar memandang kita--

Kita akan menunjukkan Bulan pada mereka,Kau dan Aku.

Kau dan Aku,dengan tiada 'Kau' atau 'Aku',

akan menjadi satu melalui rasa kita;

Bahagia,aman dari omong-kosong,Kau dan Aku.

Burung Nuri yang ceria dari Syurga akan iri pada kita--

Ketika kita akan tertawa sedemikian rupa;

Kau dan Aku.

Ini aneh,bahwa Kau dan Aku,di sudut sini...

Keduanya dalam satu nafas di Iraq,dan di Khurusan --

Kau dan Aku....




-by:jalallaudin al-rumi :D

Kekuatan Cinta -Nasihat Hati-

Posted in
*Samudra dosa,mematikan kalbu.
Membiasakannya,mewariskan kehinaan.
Meninggalkannya adalah kehidupan.
Menentangnya adalah kebajikan diri.

*Jadikan hati sebening cermin.Mampu merefleksikan
ajaran islam,memahami,menjiwai,sehingga ajaran itu terpatri dalam hati.terpencar dalam setiap anggota tubuh.Berupa sifat mulia dan akhlak utama.(Fatya Khan)

*Wahai jiwa yang tenang,kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhoiNya.Maka masuklah ke dalam jamaah hambaKu dan masuklah ke dalam SyurgaKu.(al-fajr:30)

*Amal baik adalah amalan yang mebuat jiwa tentram dan hati menjadi tenang.
Amal buruk adalah amalan yang menjadikan jiwa guncang dan hati gusar.
Walau mendapat nasihat.

*Jaga hati,bahagia hidup ini!
Ya Allah ampuni aku atas apa yang tidak mereka ketahui tentang diriku dan jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka duga(Abu Abakar).

*Wahai zat yang membolak-balikkan hati,kokohkanlah hatiku tetap berada di atas agamamu(HR.Tirmidzi).

*Sesungguhnya didalam tubuh anak adam terdapat segumpal daging.Apabila daging itu baik,maka seluruh tubuh akan baik.dan dia adalah hati.(hadist).

*Walau sekilas saja.Sungguhpun terpaksa.Atau menderita.Walau hati dan tanganmu terluka.Beriakn ia SATU SENYUMAN SAJA.Damai yang memandangmu.

*Bersihkan hati,bahagia hidup ini.Jagalah hati agar jernih laksana pualam yang tidak bisa menerima kotoran.

*Rasul pernah berkata
"Mintalah fatwa pada hatimu"
Maka bersihkanlah hatimu,
Dan biarkan ia memilihkan jalan untukmu.


dari buku 1001 cinta olehBudi Hartanto:D

ADA YANG MEMPERHATIKAN KITA

Posted in
Seluruh penumpang di dalam bus merasa simpati melihat seorang wanita muda dengan
tongkatnya meraba-raba menaiki tangga bus, dengan tangannya yang lain dia meraba
posisi di mana sopir berada, dan membayar ongkos bus. Lalu berjalan ke dalam bus
mencari-cari bangku yang kosong dengan tangannya. Setelah yakin bangku yang
dirabanya kosong, dia duduk. Meletakkan tasnya di atas pangkuan, dan satu tangannya
masih memegang tongkat.
atu tahun sudah, Yasmin, wanita muda itu, mengalami buta. Suatu kecelakaan telah
berlaku atasnya, dan menghilangkan penglihatannya untuk selama-lamanya. Dunia
tiba-tiba saja menjadi gelap dan segala harapan dan cita-cita menjadi sirna. Dia adalah
wanita yang penuh dengan ambisi menaklukan dunia, aktif di segala perkumpulan, baik
di sekolah, rumah maupun di linkungannya.
Tiba-tiba saja semuanya sirna, begitu kecelakaan itu dialaminya. Kegelapan, frustrasi,
dan rendah diri tiba-tiba saja menyelimuti jiwanya. Hilang sudah masa depan yang
selama ini dicita-citakan. Merasa tak berguna dan tak ada seorangpun yang sanggup
menolongnya selalu membisiki hatinya. "Bagaimana ini bisa terjadi padaku?" dia
menangis. Hatinya protes, diliputi kemarahan dan putus asa. Tapi, tak peduli sebanyak
apa pun dia mengeluh dan menangis, sebanyak apa pun dia protes, sebanyak apapun dia
berdo'a dan memohon, dia harus tahu, penglihatannya tak akan kembali.
Di antara frustrasi, depresi dan putus asa, dia masih beruntung, karena mempunyai
suami yang begitu penyayang dan setia, Burhan. Burhan adalah seorang prajurit TNI
biasa yang bekerja sebagai security di sebuah perusahaan. Dia mencintai Yasmin
dengan seluruh hatinya. Ketika mengetahui Yasmin kehilangan penglihatan, rasa
cintanya tidak berkurang. Justru perhatiannya makin bertambah, ketika dilihatnya
Yasmin tenggelam ke dalam jurang keputus-asaan. Burhan ingin menolong
mengembalikan rasa percaya diri Yasmin, seperti ketika Yasmin belum menjadi buta.
Burhan tahu, ini adalah perjuangan yang tidak gampang. Butuh extra waktu dan
kesabaran yang tidak sedikit.
Karena buta, Yasmin tidak bisa terus bekerja di perusahaannya. Dia berhenti dengan
terhormat. Burhan mendorongnya supaya belajar huruf Braile. dengan harapan, suatu
saat bisa berguna untuk masa depan. Tapi bagaimana Yasmin bisa belajar? Sedangkan
untuk pergi ke mana-mana saja selalu diantar Burhan? Dunia ini begitu gelap. Tak ada
kesempatan sedikitpun untuk bisa melihat jalan.
Dulu, sebelum menjadi buta, dia memang biasa naik bus ke tempat kerja dan ke mana
saja sendirian. Tapi kini, ketika buta, apa sanggup dia naik bus sendirian? Berjalan
sendirian? Pulang-pergi sendirian? Siapa yang akan melindunginya ketika sendirian?
Begitulah yang berkecamuk di dalam hati Yasmin yang putus asa.
Tapi Burhan membimbing jiwa Yasmin yang sedang frustasi dengan sabar. Dia
merelakan dirinya untuk mengantar Yasmin ke sekolah, di mana Yasmin musti belajar
huruf Braile. dengan sabar Burhan menuntun Yasmin menaiki bus kota menuju sekolah
yang dituju. dengan susah payah dan tertatih-tatih Yasmin melangkah bersama
tongkatnya. Sementara Burhan berada di sampingnya. Selesai mengantar Yasmin dia
menuju tempat dinas. Begitulah, selama berhari-hari dan berminggu-minggu Burhan
mengantar dan menjemput Yasmin. Lengkap dengan seragam dinas security.
Tapi lama-kelamaan Burhan sadar, tak mungkin selamanya Yasmin harus diantar;
pulang dan pergi. Bagaimanapun juga Yasmin harus bisa mandiri, tak mungkin
selamanya mengandalkan dirinya. Sebab dia juga punya pekerjaan yang harus
dijalaninya. dengan hati-hati dia mengutarakan maksudnya, supaya Yasmin tak
tersinggung dan merasa dibuang. Sebab Yasmin, bagaimanapun juga masih terpukul
dengan musibah yang dialaminya. Seperti yang diramalkan Burhan, Yasmin histeris
mendengar itu. Dia merasa dirinya kini benar-benar telah tercampakkan. "Saya buta,
tak bisa melihat!" teriak Yasmin. "Bagaimana saya bisa tahu saya ada di mana? Kamu
telah benar-benar meninggalkan saya."
Burhan hancur hatinya mendengar itu. Tapi dia sadar apa yang musti dilakukan. Mau
tak mau Yasmin musti terima. Musti mau menjadi wanita yang mandiri. Burhan tak
melepas begitu saja Yasmin. Setiap pagi, dia mengantar Yasmin menuju halte bus. Dan
setelah dua minggu, Yasmin akhirnya bisa berangkat sendiri ke halte. Berjalan dengan
tongkatnya. Burhan menasehatinya agar mengandalkan indera pendengarannya, di
manapun dia berada. Setelah dirasanya yakin bahwa Yasmin bisa pergi sendiri, dengan
tenang Burhan pergi ke tempat dinas.
Sementara Yasmin merasa bersyukur bahwa selama ini dia mempunyai suami yang
begitu setia dan sabar membimbingnya. Memang tak mungkin bagi Burhan untuk terus
selalu menemani setiap saat ke manapun dia pergi. Tak mungkin juga selalu diantar ke
tempatnya belajar, sebab Burhan juga punya pekerjaan yang harus dilakoni.
Dan dia adalah wanita yang dulu, sebelum buta, tak pernah menyerah pada tantangan
dan wanita yang tak bisa diam saja. Kini dia harus menjadi Yasmin yang dulu, yang
tegar dan menyukai tantangan dan suka bekerja dan belajar.
Hari-hari pun berlalu. Dan sudah beberapa minggu Yasmin menjalani rutinitasnya
belajar, dengan mengendarai bus kota sendirian. Suatu hari, ketika dia hendak turun
dari bus, sopir bus berkata, "saya sungguh iri padamu". Yasmin tidak yakin, kalau sopir
itu bicara padanya. "Anda bicara pada saya?"
"Ya", jawab sopir bus. "Saya benar-benar iri padamu". Yasmin kebingungan, heran dan
tak habis berpikir, bagaimana bisa di dunia ini, seorang buta, wanita buta, yang berjalan
terseok-seok dengan tongkatnya hanya sekedar mencari keberanian mengisi sisa
hidupnya, membuat orang lain merasa iri?
"Apa maksud anda?" Yasmin bertanya penuh keheranan pada sopir itu.
"Kamu tahu," jawab sopir bus, "Setiap pagi, sejak beberapa minggu ini, seorang lelaki
muda dengan seragam militer selalu berdiri di sebrang jalan. Dia memperhatikanmu
dengan harap-harap cemas ketika kamu menuruni tangga bus. Dan ketika kamu
menyebrang jalan, dia perhatikan langkahmu dan bibirnya tersenyum puas begitu kamu
telah melewati jalan itu. Begitu kamu masuk gedung sekolahmu, dia meniupkan
ciumannya padamu, memberimu salut, dan pergi dari situ. Kamu sungguh wanita
beruntung, ada yang memperhatikan dan melindungimu".
Air mata bahagia mengalir di pipi Yasmin. Walaupun dia tidak melihat orang tersebut,
dia yakin dan merasakan kehadiran Burhan di sana. Dia merasa begitu beruntung,
sangat beruntung, bahwa Burhan telah memberinya sesuatu yang lebih berharga dari
penglihatan. Sebuah pemberian yang tak perlu untuk dilihat; kasih sayang yang
membawa cahaya, ketika dia berada dalam kegelapan.
Kita ibarat orang buta yang diperintahkan bekerja dan berusaha
Kita adalah orang buta yang diberi semangat untuk terus hidup dan bekerja
Kita tak bisa melihat Tuhan dan malaikat
Tapi Dia terus membimbing
Dia memompa semangat kita
Cemas dan khawatir dengan langkah kita
Dan tersenyum puas
Melihat kita berhasil melewati ujian-NYA


_> dari berbagai sumber

BERSIAP MENGHADAPI KEHILANGAN

Posted in
Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan
rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur. Kondisi finansial keluarganya moratmarit.
Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang
mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya
sandang dan pangan. Anak anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering
marah-marah karena tak dapat membeli barang-barang rumah tangga yang layak. Lakilaki
itu sudah tak tahan dengan kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa perjalanannya kali
inipun akan membawa keberuntungan, yakni mendapatkan pekerjaan.
Ketika laki-laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya terantuk sesuatu.
Karena merasa penasaran ia membungkuk dan mengambilnya. "Uh, hanya sebuah koin
kuno yang sudah penyok-penyok," gerutunya kecewa. Meskipun begitu ia membawa
koin itu ke sebuah bank. "Sebaiknya koin in Bapak bawa saja ke kolektor uang kuno,"
kata teller itu memberi saran. Lelaki itupun mengikuti anjuran si teller, membawa
koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, si kolektor menghargai koin itu senilai 30 dollar.
Begitu senangnya, lelaki tersebut mulai memikirkan apa yang akan dia lakukan dengan
rejeki nomplok ini. Ketika melewati sebuah toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar
kayu sedang diobral. Dia bisa membuatkan beberapa rak untuk istrinya karena istrinya
pernah berkata mereka tak punya tempat untuk menyimpan jambangan dan stoples.
Sesudah membeli kayu seharga 30 dollar, dia memanggul kayu tersebut dan beranjak
pulang. Di tengah perjalanan dia melewati bengkel seorang pembuat mebel. Mata pemilik
bengkel sudah terlatih melihat kayu yang dipanggul lelaki itu. Kayunya indah, warnanya
bagus, dan mutunya terkenal. Kebetulan pada waktu itu ada pesanan mebel. Dia
menawarkan uang sejumlah 100 dollar kepada lelaki itu. Terlihat ragu-ragu di mata lakilaki
itu, namun pengrajin itu meyakinkannya dan dapat menawarkannya mebel yang
sudah jadi agar dipilih lelaki itu. Kebetulan di sana ada lemari yang pasti disukai istrinya.
Dia menukar kayu tersebut dan meminjam sebuah gerobak untuk membawa lemari itu.
Dia pun segera membawanya pulang.
Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru. Seorang wanita yang sedang
mendekorasi rumah barunya melongok keluar jendela dan melihat lelaki itu mendorong
gerobak berisi lemari yang indah. Si wanita terpikat dan menawar dengan harga 200
dollar. Ketika lelaki itu nampak ragu-ragu, si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250
dollar. Lelaki itupun setuju. Kemudian mengembalikan gerobak ke pengrajin dan
beranjak pulang.
Di pintu desa dia berhenti sejenak dan ingin memastikan uang yang ia terima. Ia merogoh
sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar. Pada saat itu seorang perampok
keluar dari semak-semak, mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur. Istri si
lelaki kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya berkata, "Apa yang
terjadi? Engkau baik saja kan? Apa yang diambil oleh perampok tadi? Lelaki itu
mengangkat bahunya dan berkata, "Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang
kutemukan tadi pagi".
Memang, ada beragam cara menyikapi kehilangan. Semoga kita termasuk orang yang
bijak menghadapi kehilangan dan sadar bahwa sukses hanyalah TITIPAN Allah. Benar
kata orang bijak, manusia tak memiliki apa-apa kecuali pengalaman hidup. Bila Kita
sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang
berlebihan?

_>dari beberapa sumber